Senin, 08 November 2010

PEMUDA DAN MASYARAKAT


 

PEMUDA, merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekeuasaan.

Sejarah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh jiwa raga mengorbankan dirinya untuk bangsa dan Negara.

Sukarno pernah berkata ,“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.
 
Satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa merupakan sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Begitu kompaknya pemuda Indonesia pada waktu itu, dan apakah semangat pemuda sekarang sudah mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime. Hal tersebut di pengaruhi oleh perkembanggan zaman yang penuh dengan tren.


Peranan pemuda dalam sosialisi bermasyrakat sungguh menurun, dulu bisanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, adat istiadat biasanya yang berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut adalah pemuda sekitar. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan, dan selalu bermain-main.


Kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Lebih suka nge Facebook, lebih suka aktif di mailing list, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan, Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi adalah Negara.

Dengan penuh harapan semoga pemuda-pemudi dan generasi penerus harapan bangsa dapat sadar dan dapat kembali membanggun negara kita untuk lebih baik lagi dengan samangat juang yang tinggi seperti dahulu.

Selasa, 19 Oktober 2010

Sosial Dalam Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas Kepala
Keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
 Anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah
adaptasi atau perkawinan.
Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah
tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.

Fungsi Keluarga
Menurut WHO (1978)
      Fungsi Biologis
(1) Untuk meneruskan keturunan
(2) Memelihara dan membesarkan anak
(3) Memenuhi kebutuhan gizi kleuarga
(4) Memelihara dan merawat anggota keluarga
      Fungsi Psikologis
(1) Memberikan kasih sayang dan rasa aman
(2) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
(3) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
(4) Memberikan identitas keluarga
      Fungsi Sosialisasi
(1) Membina sosialisasi pada anak
(2) Membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkah perkembangan
      anak
(3) Meneruskan nilai-nilai keluarga
      Fungsi Ekonomi
(1) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
(2) Pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga
(3) Menabung untuk memenuhi kebutuhah keluarga di masa yang akan
datang. Misalnya : pendidikan anak, jaminan hari tua.
      Fungsi Pendidikan
(1) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan
membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.
(2) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam
memenuhi perannya sebagai orang dewasa.
(3) Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

Menurut Friedman (1998) :
      Fungsi Affective
(1) Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan sehat secara mental
saling mengasuh, menghargai, terikat dan berhubungan.
(2) Mengenal identitas individu
(3) Rasa aman
      Fungsi Sosialisasi Peran
(1) Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan
interaksi sosial dan belajar berperan.
(2) Fungsi dan peran di masyarakat.
(3) Sasaran untuk kontak sosial didalam atau di luar rumah.  
     Fungsi Reproduksi
(1)Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan hidup masyarakat.
     Fungsi Ekonomi
(1) Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga
(2) Menambah penghasilan keluarga sampai dengan pengalokasian dana
      Fungsi Perawatan Kesehatan
(1) Konsep sehat sakit keluarga
(2) Pengetahuan dan keyakinan tentang sakit ® tujuan kesehatan keluarga ®
keluarga mandiri

Penyimpangan yang biasa terjadi dalam keluarga antara lain:
a.   tindak kekerasan antara suami dan istri. Suami atau istri yang melakukan kekerasan terhadap pasanganya, baik secara fisik maupun mental dianggap telah melakukanpenyimpangan social.
b.   orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak atau sebaliknya baik secara fisik maupun mental juga dianggap sebagai pelaku penyimpangan social dalam keluarga.

Tindakan kekerasn dalam keluarga atau rumah tangga ini menyebabkan cedera, cacat, atau bahkan hilangya nyawa seseorang. Tindakan tersebut tergolong tindakan kriminal yang harus diproses secara hukum.