Minggu, 23 Juni 2013

Fitur pada Access

Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.

Sumber :  id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Access

Sejarah Microsoft Access

Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).

Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Access

Microsoft Access

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.


Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Access

Pemakaian dasar SQL

Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[4], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

CREATE

CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:
CREATE DATABASE nama_basis_data
CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
CREATE TABLE nama_tabel
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk
 CREATE TABLE [''nama_tabel'']
 (
 nama_field1 tipe_data [constraints][,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 )
atau
 CREATE TABLE [''nama_tabel'']
 (
 nama_field1 tipe_data [,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 [CONSTRAINT nama_field constraints]
 )
dengan:
nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.
constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
Contoh:
 CREATE TABLE user
 (
 username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,
 passwd VARCHAR(20) NOT NULL,
 tanggal_lahir DATETIME
 );
akan membuat tabel user seperti berikut:
username passwd tanggal_lahir

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:
  • SELECT untuk menampilkan data
  • INSERT untuk menambahkan data baru
  • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE untuk menghapus data

SELECT

SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap:
( QUERY BUDIN ) Cilegon.
 SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
 FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
 [, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
 [WHERE ''kondisi'']
 [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
 [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
 [HAVING ''kondisi_aggregat'']
dengan:
  • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
  • kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
username passwd tanggal_lahir jml_transaksi total_transaksi
Aris 6487AD5EF 09-09-1987 6 10.000
Budi 97AD4erD 01-01-1994 0 0
Charlie 548794654 06-12-1965 24 312.150
Daniel FLKH947HF 24-04-1980 3 0
Erik 94RER54 17-08-1945 34 50.000
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
 SELECT *
 FROM user
Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.
 SELECT *
 FROM user
 WHERE total_transaksi = 0
Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.
 SELECT username
 FROM user
 WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.
 SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi
 FROM user
Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.
 SELECT *
 FROM user
 ORDER BY jml_transaksi DESC
Fungsi aggregat
Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:
  • SUM untuk menghitung total nominal data
  • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
  • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
  • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.
Subquery
Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
 SELECT username
 FROM user
 WHERE jml_transaksi =
 (
 SELECT MAX(jml_transaksi)
 FROM user
 )

INSERT

Untuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks:
 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
Contoh:
 INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');

UPDATE

Untuk mengubah data menggunakan sintax:
 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
Contoh:
 UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"

DELETE

Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:
 DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI]
Contoh:
 DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';

Sejarah SQL

Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/SQL

Penyebab Kanker yang Harus Diwaspadai

Penyebab kanker sangat bergantung dari jenis penyakit kanker yang diderita. Namun, pada umumnya penyebab kanker adalah tidak normalnya sel sehingga terjadi pertumbuhan yang di luar batas, dan sampai menyerang jaringan di sekitarnya.
Bahkan sangat mungkin berpindah ke jaringan tubuh lainnya. Demikian penjelasan dunia kesehatan mengenai penyebab kanker. Akan tetapi, hal itu mungkin masih sulit dipahami oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, mari kita coba dengan pemahaman yang lebih sederhana untuk memahami penyebab kanker secara mudah.
Sel normal yang menjadi tua seperti sebuah barang, yang jika tak lagi diperlukan akan kita buang. Sel normal yang mati, seharusnya digantikan oleh yang baru.
Namun dalam kasus kanker, sel yang sudah waktunya mati tersebut enggan melakukannya. Justru yang terjadi, sel terus membelah diri sehingga menjadi banyak.
Ini jelas akan menyebabkan gangguan sistem dalam tubuh atau organ tertentu. Inilah yang menjadi penyebab kanker. Coba bayangkan sendiri bagaimana jadinya jika ada seratus keranjang sampah busuk ada di depan rumah. Pasti kehidupan Anda akan terganggu.
Demikian yang terjadi pada kanker. Penyebab kanker tak lain disebabkan oleh sel-sel nakal yang sebenarnya sudah waktunya untuk "pensiun", namun tidak mau melakukannya dan malah memperbanyak diri sehingga merusak organ dan tubuh.
Ketidaknormalan tersebut membuat fungsi organ menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahaya kanker mulai muncul di sana. Itulah penyebab kanker dari kacamata medis.
Asal muasal timbulnya kanker disebabkan oleh sel tidak tahu diri yang terus membelah diri padahal sudah waktunya untuk mati. Penyebab kanker tersebut bisa dipicu banyak faktor.
Kalau yang ini jelas kembali ke soal jenis penyakit kanker yang sedang diderita. Contohnya, penyebab kanker payudara mungkin tidak sama dengan penyebab kanker serviks sebab terkait dengan masing-masing organ.
Namun secara umum, penyebab kanker dapat ditimbulkan karena pola hidup yang tidak sehat. Seperti merokok yang menjadi penyebab kanker paru-paru dan kanker mulut. Sinar ultraviolet matahari juga sangat berbahaya dan dapat menjadi penyebab kanker.
Begitupun dengan radiasi yang juga bisa menyebabkan kanker. Perilaku seks yang tidak sehat seperti berganti-ganti pasangan bisa pula menjadi penyebab kanker.
Berhati-hati saat mengonsumsi makanan dan minuman mengandung bahan kimia juga sangat penting, sebab hal ini disinyalir sering menjadi penyebab kanker.
Minuman beralkohol dapat menjadi penyebab kanker kerongkongan. Makanan yang diasap dan diasamkan juga bisa menjadi penyebab kanker lambung.
Di luar faktor perilaku dan makanan, penyebab kanker juga bisa timbul karena tidak stabilnya kondisi kejiwaan seseorang. Seperti orang yang tengah mengalami stres berat, akan membuat sel dalam tubuh menjadi sangat aktif dan itu potensial menjadi penyebab kanker.
Di luar itu, ada faktor keturunan yang bisa juga menjadi penyebab kanker. Orang tua yang mengidap kanker sangat mungkin menurunkan penyakit itu pada anaknya.
Kanker yang disebabkan karena faktor genetik diantaranya meliputi kanker payudara, kanker kulit, dan kanker usus besar. Oleh karena itu, seyogyanya orang tua selalu menjaga kesehatan agar kelak anaknya tidak tertimpa kanker yang sangat berbahaya itu.

Baca informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com/penyebab-kanker-yang-harus-diwaspadai.html#ixzz2X43gAQG6

Sumber : http://www.deherba.com/penyebab-kanker-yang-harus-diwaspadai.html

Gejala Kanker

Gejala Kanker yang harus anda ketahui dan segera lakukan pencegahan sebelum menjadi stadium kronis dan terlambat untuk diobati. Jika anda telah mengetahui gejalanya tidak menutup kemungkinan kanker tersebut dapat disembuhkan.
Gejala Kanker memang tidak semuanya dapat terlihat dan dirasakan secara nyata, hal inilah yang membuat penyakit ini terkadang baru diketahui setelah masa kronis. Sungguh sedih memang jika penyakit kanker ini baru diketahui saat sudah kronis karena pengobatan dan penyembuhannya sangat sulit.

Gejala Kanker Pada Umumnya

Gejala umum yang terjadi sebagai pertanda awal akan terserang kanker memang tergantung bagian yang terserang. Namun ada beberapa gejala umum yang terjadi jika akan terserang kanker.
1. Perubahan pada saat buang air besar dan polanya.
2. Penurunan berat badan secara cepat dan drastis akibat kekurangan protein.
3. Benjolan aneh yang muncul pada bagian tubuh.
4. Luka yang tidak kunjung sembuh.
Gejala Kanker memang harus diketahui secara spesifik mengenai jenis kanker yang dialami. Kanker yang satu dengan kanker yang lainnya tentu akan memiliki karakteristik dan gejala yang berbeda.

Gejala Kanker Secara Spesifik

Gejala kanker memang lebih baik dicari secara spesific, misal gejala kanker lidah, gejala kanker usus, dan lainnya. Berikut adalah beberapa gejala kanker yang harus anda ketahui.
Gejala kanker hati, Gejala Kanker usus, Gejala Kanker Otak, Gejala Kanker Paru-Paru, Gejala kanker getah bening, Gejala Kanker Kandungan, dan Gejala kanker Tulang.

Sumber : http://gejalakanker.org/